Monthly Archives: August 2014

Angka Kematian Ibu Melahirkan di Bali Jauh di Bawah Nasional

dr. Made Suyasa Jaya,Sp.OG, Ketua Panitia Pelaksana PIT XXI POGI di Bali.

dr. Made Suyasa Jaya,Sp.OG, Ketua Panitia Pelaksana PIT XXI POGI di Bali.

inilahbali.com, DENPASAR – Jumlah kasus kematian ibu melahirkan di wilayah Bali rata-rata 80 hingga 90 orang per tahun. Angka ini jauh di bawah nasional yang mencapai rata-rata 200 an orang per tahunnya.

“Jika dibandingkan dengan rata-rata nasional, jumlah kematian ibu melahirkan di Bali jauh lebih rendah yakni berkisar 80 sampai 90 orang per tahun,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Pertemuan Ilmiah Tahunan XXI Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), dr. Made Suyasa Jaya, Sp.OG (K) di sela-sela acara bersih-bersih di pantai Sanur Bali, Rabu (27/8).

Menurut Suyasa yang juga Ketua POGI Cabang Denpasar ini, rendahnya kasus kematian ibu melahirkan di Bali antara lain karena wilayah Bali sangat memungkinkan dijangkau hingga ke pelosok, selain juga faktor kondisi puskesmas yang sudah bagus.

Meski capaian angka kematian ibu melahirkan jauh di bawah nasional, namun pihak POGI di Bali khususnya Denpasar terus gencar melakukan berbagai langkah agar kasus kematian ibu melahirkan bisa lebih ditekan lagi. Salah satunya programnya adalah “Peduli Remaja” yakni melakukan ceramah dan penyuluhan tentang kesehatan alat reproduksi khususnya menyasar kalangan remaja putri.

Bahkan terkait dengan program ‘Peduli Remaja’ itu, lanjut Suyasa, pihak POGI Denpasar mengusulkan agar materi pelajaran tentang kesehatan alat reproduksi bisa dimasukkan ke dalam kurikulum SMP dan SMA, yang di dalamnya juga mengajarkan tentang moral dan etika.

“Jadi bagi kami di POGI, di sekolah perlu juga diajarkan tentang pendidikan kesehatan reproduksi yang berkaitan juga dengan moral dan etika,” ujar Suyasa.

Pihak pemerintah yang punya dana dan program juga diharapkan mampu menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan remaja seperti dibuat taman-taman bacaan, rekreasi yang positif sehingga mampu menghindarkan remaja putri dari pergaulan bebas.

“Pemerintah yang punya dana dan program diharapkan mampu jadi komando dalam menciptakan iklim yang sehat bagi remaja,” harap Suyasa Jaya. Sedangkan POGI sebagai organisasi sosial tetap akan melangkah walau biasanya hanya selangkah.

Dalam pertemuan ilmiah tahunan ini, selain membahas berbagai keilmuan obstetri dan penyakit kandungan juga membuat anggaran dasar dan rumah tangga (AD/ART) guna menghadapi pasar bebas yang nantinya membolehkan dokter kandungan asing bekerja di Indonesia.

Sekilas POGI
POGI didirikan di Jakarta pada 5 Juli 1954, dengan ketua pertamanya Prof. Dr. Sarwono Prawirohardjo, Sp.OG (1954-1963). Hingga kini POGI menjadi satu-satunya organisasi profesi yang menghimpun dokter spesialis obstetric dan ginekologi di Indonesia.

Dalam visinya, POGI ingin menjadi organisasi pelopor dalammemperjuangkan hak-hak kesehatan reproduksi untukmencapai taraf kesehatan yang optimal di Indonesia. (ana)

“Jaka Tuak Bali” Akan Gelar Lomba Pidato Bahasa Bali

Sekkot Denpasar, AAN Iswara saat menerima audiensi Jaka Tuak Bali.

Sekkot Denpasar, AAN Iswara saat menerima audiensi Jaka Tuak Bali.

inilahbali.com, DENPASAR – Salah sau cara untukmendukung program Pemerintah Kota Denpasar dan melestarikan kebudayaan Bali, Kelompok “Jaka Tuak Bali” berencana menggelar Lomba Pidato Bahasa Bali.  Selain itu juga melaksanakan penghijauan dengan menanam berbagai jenis tanaman.

Hal itu terungkap ketika Ketua Jaka Tuak Bali, Anak Agung Oka Gunawan saat audiensi dengan Sekkot Denpasar, AAN Iswara, Senin (25/8) di kantor Walikota. Sesuai jadual, kegiatan Lomba Pidato Bahasa Bali itu akan digelar pada 30 Agustus mendatang,dan penghijauan dilanjutkan keesokan harinya.

Menurut Oka,  kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa lingkungan bersih itu sangat bermanfaat bagi kesehatan. Sejumlah jenis pohonn yang akan ditanam seperti sawo kecik, mahoni, jati mas di masing-masing dusun di lingkungan Pemogan Denpasar.

“Yang kami lakukan adalah untuk mendukung program Pemerintah Kota Denpasar dan kami hanya sebagai wadah  pelaksana program tersebut,” ungkap Oka.

Kegiatan ini tercatat yang ketiga kalinya dan tanaman yang telah ditanam sudah banyak dimanfaatkan baik bunga maupun buahnya. Untuk itu pihaknya mohon kehadirian Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara dan Sekkot Kota Denpasar AAN Rai Iswara pada penanaman pohon itu untuk membuka secara simbolis.

Selain itu pihaknya memohon bimbingan dan motivasi  agar kegiatan tersebut bisa berjalan dengan lancar serta memberikan semangat kepada warga masyarakat Denpasar khususnya Br. Pitik Pemogan Denpasar.

“Agar mereka sadar terhadap lingkungan dan penanaman pohon dapat bermanfaat untuk perekonomian baik secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat. Dengan kegiatan ini saya harapkan Kota Denpasar benar-benar menjadi kota yang kreatif dan berwawasan budaya,” katanya.

Sementara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena dinilai sebagai penghubung untuk menciptakan kebersihan.  Rai Iswara juga mengatakan, kebersihan merupakan hal yang ringan kalau mau diperingan dan sangat susah kalau dipersusah.

Untuk melaksanakan kebersihan perlu adanya gotong royong mengunakan konsep Trikaya Parisuda. Untuk melaksanakan itu dalam kehidupan ini perlu manacika (berpikir) yang baik, wanacika (berbicara) dengan baik dan baru kayika (berbuat) yang baik. (ana)

 

AA Raka Yuda Pimpin Forum Kehumasan Bali

Anak Agung Gede Raka Yuda (kiri) terpilih secara aklamasi menjadi ketua Forum Koordinasi Kehumasan Provinsi Bali periode 2014-2016.

Anak Agung Gede Raka Yuda (kiri) terpilih secara aklamasi menjadi ketua Forum Koordinasi Kehumasan Provinsi Bali periode 2014-2016.

 

 

inilahbali.com, DENPASAR – Anak Agung Gede Raka Yuda, yang kini menjabat sebagai Kabag Humas dan Protokol Pemkab Badung terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Forum Koordinasi Kehumasan Provinsi Bali (FKKPB) periode 2014-2016, pada pertemuan pembentukan FKKPB di kantor Gubernur Bali yang dipimpin Kabag Pulinfo Biro Humas Setda Pemprov Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi,SH,M.Si, Rabu (20/8).

Dalam pembentukan susunan kepengurusan FKKPB itu juga ditetapkan CEO Manager PAP Bandara Ngurah Rai, Kabag Humas Karangasem dan Humas BI masing-masing sebagai Wakil Ketua I, II dan III. Sedangkan Humas Pemprov Bali, Kabid Humas Polda Bali, Kapendam IX Udayana dan Humas Kejaksaan Tinggi duduk sebagai pengarah/penasihat.

Wadah yang digagas Biro Humas Setprov Bali ini adalah sebagai tindak lanjut dari kegiatan Forum Peningkatan Kapasitas Kehumasan yang digelar Humas Setprov Bali beberapa waktu lalu.

Forum ini juga dimaksudkan untuk memantapkan sinergitas dan koordinasi antar lembaga humas kabupaten/kota, instansi vertikal, BUMD dan BUMN. Selain itu diharapkan mampu menyukseskan berbagai program pembangunan guna mempercepat terwujudnya program Bali Mandara (maju, aman, damai dan sejahtera).

“Forum ini diharapkan mampu memberi sumbangsih dalam menyukseskan berbagai program pembangunan guna mempercepat terwujudnya program yang yang maju, aman, damai dan sejahtera,” ujar Karo Humas Setprov Bali Dewa Gede Mahendra Putra.

Forum ini beranggotakan pejabat humas dari 49 lembaga pemerintahan, TNI/Polri, instansi vertikal, BUMD dan BUMN. Selain memantapkan sinergitas dan koordinasi, forum ini juga akan mengintensifkan pertemuan, khususnya menyikapi isu pemberitaan yang berkembang, khususnya terkait dengan program pembangunan dan pemerintahan. (ana)

Denpasar Film Festival Kian Eksis

dff 2014

 

 

inilahbali.com, DENPASAR – Ajang Denpasar Film Festival (DFF) yang tahun ini memasuki yang ke-5 tampak semakin eksis. Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra pun menyampaikan apresiasinya karena pelaksanaan DFF ini makin stabil.

Menurut orang nomor satu di Pemkot Denpasar ini, saat memikirkan cara mengembangkan ekonomi di Denpasar, maka perlu memajukan ekonomi budayanya. Pihaknya pun mencari akar budayanya hingga akhirnya ketemu dengan konsep kreatif berbasis budaya. Meski diakui banyak yang mengkritik dan banyak tantangan, namun pihaknya tetap mencari yang terbaik maupun jalan tengah.

”Bahwa visi ini sangat mulia sekali karena mampu memahami dan mengeksplorasi intelek ritual kita terhadap apa yang kita dimiliki akan mampu merevitalisasi, menguatkan dan mengembangkan,” kata Rai Mantra, saat penyerahan penghargaan kepada pemenang film terbaik pada Malam Penganugerahan DFF 2014, di Danes Art Veranda Denpasar, Sabtu (23/8).

Menurut Rai Mantra, dengan banyaknya kegiatan maupun kreator-kreator di Denpasar telah membantu keberlangsungan DFF hingga sudah menginjak tahun kelima. Hal ini merupakan hal yang terbaik dan semakin lama jumlah pesertanya juga semakin banyak bahkan semakin banyak yang memahami masalah perfilman.

Rai Mantra juga meminta agar anak-anak di Kota Denpasar terus berkreatif mulai dari tindakan hingga kebiasaan, karena hal itu juga akan ikut mengantarkan masa depan yang lebih baik. Sebab untuk menentukan nasib, bukan dengan otot besar maupun duit banyak, tapi perlu karakter yang bisa menjadikan orang itu baik dan berguna.

”Untuk itu saya ucapkan selamat kepada pemenang dan saya harapkan kreatif ini bisa ditularkan kepada teman-teman sehingga kegiatan ini bisa berlanjut,’’ kata Rai Mantra.

Sementara Direktur Denpasar Film Festival, Agung Bawantara mengatakan, Denpasar Film Festival merupakan sebuah ajang film dokumenter yang mengusung semangat kebersamaan di tengah keragaman. Kegiatan ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2010 pada Pesta Kesenian Bali dengan nama Festival Film Dokumenter Bali (FFDB).

Selain lomba festival juga menggelar pelatihan pameran, jumpa maestro dan pemutaran film. Untuk pelatihan diselenggarakan bergiliran di seluruh kota kabupaten di Bali.

Agung menjelaskan pada tahun 2012, FFDB disokong oleh Pemerintah Kota Denpasar dan Arti Foundation yang saat itu acaranya digelar di dua tempat, yakni Auditorium Stikom Bali dan Aerowisata Sanur Beach Hotel, Sanur Denpasar.

Namun dalamperjalannya, sejak 2013 FFDB berganti nama menjadi Denpasar Film Festival (DFF). Dan mulai tahun 2014 ini DFF juga menyelenggarakan lomba dengan dua katagori yakni umum dan pelajar. Katagori umum diperuntukkan bagi peserta di seluruh Indonesia, sedangkan katagori pelajar diperuntukkan hanya bagi para pelajar di Kota Denpasar dan delapan Kabupaten.

“Yang lebih menarik, dalam Denpasar Film Festival tahun ini juga digelar pameran foto,” ungkap Agung Bawantara. Jumlah peserta yang mengikuti Denpasar Film Festival tahun ini sebanyak 48 peserta dari seluruh Indonesia. (ana)

Gerakan Penghijauan Bali Tanam Ribuan Tanaman Langka

gerakan penghijauan-1

 

inilahbali.com, TABANAN – Gerakan Penghijauan dan Kebersihan Lingkungan (GPKL) kembali digalakkan di Bali. Pada kegiatan ini ditanam ribuan pohon langka/upakara, selain juga tanaman kehutanan, dan bibit bambu di kawasan Pura Pucak Padangdawa, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Jumat (22/8).

Gerakan yang dimotori Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Bali ini menggandeng sejumlah instansi seperti UPT Balai Pembibitan Tanaman Hutan (BPTH), BPD Bali, PT Indonesia Power, PT. Tirta Investama Aqua Mambal, dan PT. Karya Tangan Indah.

JUmlah keseluruhan tanaman yang ditanam mencapai 2.500 tanaman langka/ upakara serta tanaman kehutanan dan bambu, termasuk seribu tanaman langka dari BLH Bali untuk membangun “taman kehati/arboretum”.

Tanaman tersebut ditanam di sekitar areal Pura, areal parkir dan sempadan sumber mata air (Beji). Selain itu juga diserahkan sarana seperti tong sampah, gerobak sesuai kebutuhan yang disampaikan pengemong Pura sebelumnya. Bahkan juga pada saat itu disediakan sepit, kantong plastik dan konsumsi nasi bungkus.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya yang disampaikan Kepala BLH Provinsi Bali, Ir. I Nyoman Sujaya, MT menyampaikan bahwa kegiatan gerakan ini sebagai upaya konservasi sumber daya alam guna mempercepat terwujudnya Bali Green Province dan sekaligus serangkaian peringatan HUT ke-56 Provinsi Bali dan sekaligus HUT ke-69 Proklamasi RI.

“Dalam usianya yang ke-56 tahun ini, Provinsi Bali melalui BLH juga memperingatinya melalui kegiatan yang produktif, yaitu menggiatkan tanam pohon dan kebersihan lingkungan. Kita dipelihara oleh lingkungan dan sepatutnya kita juga memeliharanya untuk menjaga kesinambungan alam dan kehidupan ini,” ujarnya.

Gerakan penghijauanini juga bertujuan menyelamatkan keanekaragaman hayati tanaman endemis khas Bali untuk menunjang penyediaan bahan upakara dalam Upacara Agama Hindu khususnya di Pura Pucak Padangdawa, dan kegiatan upacara Agama Hindu khususnya di Pura Pucak Padangdawa, dan kegiatan upacara yang dilaksanakan di Desa Bangli.

Dengan demikian diharapkan Desa Bangli akan memiliki “Taman Kehati (keanekaragaman hayati) flora/tanaman” yang diharapkan akan dapat menjaga keseimbangan ekosisitem lainnya termasuk fauna/satwa langka/khas Bali yang dibutuhkan dalam yadnya yang berkelanjutan (cakrayadnya), serta terlestarikannya sumberdaya air di kawasan tersebut.

Disamping gerakan penghijauan dilakukan pula gerakan kebersihan untuk memulihkan dan menanggulangi kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup di kawasan suci Pura Pucak Padangdawa dan lingkungan Desa Bangli serta bermakna untuk melaksanakan konservasi terhadap lahan dan air.

Gubernur juga mengajak masyarakat untuk ikut menanam dan memelihara pohon untuk pelestarian lingkungan.

“Marilah kita lakukan penanaman pohon sebanyak-banyaknya, tiada hari tanpa menanam. Satu orang satu tanaman. Saya yakin pohon yang kita tanam kali ini akan tumbuh dengan baik, karena ditanam berlandaskan niat ketulusikhlasan. Mari tunjukkan bhakti kita kepada bumi, alam lingkungan tempat hidup kita,” ajaknya. (ana)