Category Archives: Kabar Bali

Sumber Kelampok

Pansus DPRD Bali Tangani Kisruh Sumber Kelampok

Sumber Kelampokinilahbali.com, Denpasar: Tuntutan warga Desa Sumber Kelampok Kabupaten Buleleng Bali terhadap lahan aset milik Pemerintah Provinsi Bali segera ditindaklanjuti dengan pembentukan panitia khusus oleh DPRD Bali.

Demikian terungkap dalam pertemuan antara Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, Ketua Komisi I DPRD Bali I Made Arjaya, Kapolda Bali Irjen Benny Mukolu, serta Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dan pimpinan DPRD Buleleng di Gedung Wiswa Sabha, Senin (11/11).

Sementara perwakilan dari warga Desa Sumber Kelampok yang sudah menyanggupi hadir tapi tidak jadi datang tanpa alasan jelas.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Pastika mengaku tidak punya kewenangan memberikan rekomendasi atau menyetujui permohonan warga Desa Sumber Kelampok atas aset milik Pemerintah Provinsi Bali.

Hal ini disebabkan, sesuai prosedur hukum, pelepasan aset milik Pemprov Bali itu harus didahului dengan adanya rekomendasi dari DPRD Bali. Dengan adanya rekomendasi tersebut, gubernur selanjutnya melakukan pengkajian. Dan bila dalam kajian itu, gubernur menyetujui maka masih harus minta persetujuan Dewan. Bila Dewan setuju, barulah gubernur gubernur boleh mengeluarkan SK ( surat keputusan) tentang pelepasan aset bersangkutan.

“Jadi kami belum bisa janji kepada warga Sumber Kelampok, karena harus mengikuti mekanisme dan prosedur ketentuan hukum,” kata gubernur.

Terkait hal itu, Pastika mendukung rencana DPRD Bali yang akan segera membentuk Pansus dengan melibatkan banyak pihak.

Ketua Komisi I DPRD Bali, Made Arjaya mengatakan pihaknya di Dewan dengan melibatkan fraksi-fraksi akan segera membentuk Pansus guna mmperoleh data yang lengkap terkait adanya permohonan warga untuk memiliki lahan di Sumber Kelampok yang dikllaim sudah dihuni sejak puluhan tahun secara turun-temurun.

Baik Gubernur maupun Arjaya mengatakan bahwa klaim warga atas aset Pemprov di Sumber Kelampok itu sebagai tanah telantar itu tidaklah benar. Sebab sesuai PP no. 11/2010 bahwa aset lahan milik pemerintah Pemprov Bali tidak ada istilah ditelantarkan.

Pernyataan senada juga dipertegas Kepala Badan Pertanahan Nasional Provinsi Bali Heri Santoso bahwa sesuai perundang-undangan, tidak ada aset lahan milik pemerintah provinsi yang statusnya telantar.

Heri menyebutkan, luas areal aset lahan milik Pemprov Bali di sekitar Desa Sumber Kelampok terdiri atas tiga bagian, yakni hak guna usaha (HGU) Margarana II seluas 267 hektare, HGU Margarana III seluas 141,56 hektare dan yang ketiga adalah di Desa Pemuteran.

Seperti diketahui masalah lahan ini sempat memunculkan aksi blokade jalan raya jalur Singaraja-Gilimanuk oleh warga setempat selama 36 jam sejak Kamis (7/11) hingga Sabtu (9/11) yang sempat melumpuhkan arus transportasi poros Bali utara tersebut. (der)

Bedah Rumah

Bedah Rumah KK Miskin di Bali Dianggarkan Rp30 Juta/Unit

Bedah Rumahinilahbali.com, Denpasar: Anggaran bedah rumah di Bali mulai 2014 dinaikkan menjadi Rp30 juta/unit. Besaran ini naik Rp5 juta dibandingkan pada 2013 yang dianggarkan Rp25 juta/unit.

Adanya kenaikan anggaran tersebut, menurut Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta karena adanya kenaikan harga BBM yang secara idak langsung juga ikut mengangkat harga komponen bahan bangunan.

Program bedah rumah ini merupakan salah satu dari program unggulan Bali Mandara dalam rangka mempercepat pengentasan kemiskinan di Pulau Dewata. Hingga kini dalam kurun waktu sejak 2009 sudah berhasil dibangun 6000 unit rumah untuk KK miskin di seluruh Bali.

Saat ini, kata Sudikerta, KK miskin yang masih memerlukan bedah rumah sebanyak 14.135 unit, karena sebelumnya berjumlah 20.135 KK miskin.

Untuk mempercepat pemenuhan rumah layak huni bagi KK miskin tersebut, pihak Pemprov Bali menjalin kerja sama dengan kalangan perusahaan BUMN/swasta, mulai dari kalangan perbankan, perhotelan, kontraktor hingga perusahaan minuman melalui dana tanggung jawab sosialnya (CSR)- nya. Saat ini ada 300 perusahaan yang diharapkan ikut berpartisipasi.

Dari 6000 unit rumah layak huni yang dibangun untuk KK miskin itu, 705 di antaranya merupakan partisipasi dari kalangan perusahaan BUMN/swasta. Ke depannya diharapkan akan lebih banyak lagi kalangan swasta yang ikut ambil bagian dalam pengentasan kemiskinan di Bali.

Sudikerta juga menjelaskan, KK miskin yang terbanyak memerlukan bedah rumah ada di Buleleng yakni mencapai 7.600 unit, disusul karangasem, Tabanan, bahkan Kabupaten yang dikenal sebagai kabupaten kaya juga membutuhkan 386 unit rumah layak huni untuk KK miskin.

Selain bedah rumah, cara lain dalam upaya mempercepat pengentasan kemiskinan di Bali, lanjut Ketua DPD Partai Golkar Bali ini, adalah memberikan dana pendidikan beasiswa bagi anak-anak terutama dari kalangan KK miskin. (der)

Jalur Hijau

Jalur Hijau di Tabanan Dilanggar

Jalur Hijauinilahbali.com, Tabanan: Kawasan jalur hijau di Kabupaten Tabanan Bali tepatnya di Desa Pandak Gede Kecamatan Kediri dilanggar. Sepanjang 400 meter jalur hijau yang lokasinya di sebelah barat jalan belakangan diketahui sudah dirangsek pembangunan perumahan.

Hal itu terungkap dari inspeksi mendadak (sidak) Panitia Khusus (Pansus) VII Jalur Hijau DPRD Tabanan ke lokasi tersebut. Parahnya lagi, dari sekitar 52 unit bangunan yang sudah berdiri di lokasi itu, 8 di antaranya malah sudah mengantongi IMB (izin mendirikan bangunan) dari Pemkab Tabanan.

“Dari sidak kami di lokasi, ternyata dari 52 unit yang sudah dibangun, delapan di antaranya malah sudah mendapatkan IMB,” ujar Wakil Ketua Pansus VII Jalur Hijau DPRD Tabanan, Ketut Loka Antara, Sabtu (9/11).
Loka yang politisi partai Golkar ini menjelaskan, jalur hijau di Desa Pandak Gede itu ada sepanjang 900 meter dengan kedalaman 300 meter. Namun sepanjang 400 meter malah sudah diterobos pengembang yang sudah dibangunin perumahan.

“Ini jelas pengawasan dari Pemkab Tabanan sangat lemah, terbukti kawasan yang masih berstatus jalur hijau malah sudah dilanggar dan bahkan sudah ber IMB,” ujar Loka Antara.
Padahal, lanjut anggota Komisi III DPRD Tabanan ini, sesuati ketentuan, bahwa pasca terbitnya Perda No 11/2002, tidak dibolehkan ada bangunan di kawasan yang ditetapkan sebagai jalur hijau. Di Tabanan sendiri, diperkirakan ada 7 titik jalur hijau, namun dia lupa secara detailnya karena harus membuka catatan.

Atas kondisi tersebut, Loka akan menindaklanjutinya, antara lain akan meminta penjelasan kepada pihak eksekutif perihal terjadinya pelanggaran. Termasuk terbitnya IMB di jalur hijau, padahal di jalur hijau koefisen dasar bangunan (KDB) 0%.

Belakangan, Loka mengakui ada usulan dari masyarakat yang menginginkan sisa areal yang masih 500 meter di jalur hijau Pandak Gede tersebut agar dicabut atau dihapus sebagai jalur hijau. Terhadap usulan tersebut, Loka akan mengkajinya lebih jauh terutama mempertimbangkan dampaknya.

Seperti diketahui, Pansus Jalur Hijau DPRD Tabanan baru memulai sidaknya dari sekian titik jalur hijau yang ada di Tabanan. Tujuan sidak ini untuk mengetahui secara riil perkembangan kawasan jalur hijau.

Loka juga mengatakan, hasil sidak akan menjadi acuan pansus dalam membahas rancangan Perda Jalur Hijau, dengan harapan tidak muncul persoalan dikemudian hari. (der)

Rumah Pintar ditinjau Ny Menokesra

Rumah Pintar di Karangasem Akan Diresmikan Ani Yudhoyono

Rumah Pintar ditinjau Ny Menokesrainilahbali.com, Karangasem: Rumah Pintar di Kabupaten Karangasem, Bali sesuai jadwal akan diresmikan Ibu Negara Ani Yudhoyono pada 24 November 2013 serangkaian kunjungan kerja Presiden SB Yudhoyono di kabupaten ujung timur pulau Bali tersebut.

Serangkaian agenda tersebut, segala persiapan pun telah dilakukan jajaran Pemkab karangasem. Bahkan guna memastikan kesiapan di Rumah Pintar yang merupakan satu-satunya di Karangasem ini, Nyonya Menko Kesra Agung Laksono didampingi sejumlah pengurus Solidaritas Ibu-Ibu Kabinet Indonesia Bersatu (Sikib II), Rabu (30/10) turut turun ke lokasi melakukan pengecekan.

Ketika tiba di lokasi Dusun Muntigunung, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Nyonya Menko Kesra yang diterima Nyonya Sujani Geredeg dan Nyonya Sumawati Sukerana, langsung memeriksa perlengkapan rumah pintar.

Yang menjadi perhatian utama antara lain masalah kekurangan buku, foto kepala negara, an ketersediaan aliran listrik. Sementara persiapan fisik gedung sejak selesai sudah disempurnakan antara lain bagian anak tangga yang sebelumnya tidak ideal, cat tembok sudah dilukis, fasilitas permainan, sarana rak buku dan mobuler lainnya.

Untuk kegiatan proses belajar di rumah pintar ini nantinya diikuti oleh anak-anak TK, siswa-siswi SD putus sekolah, remaja dan kalangan orang dewasa (umum). Kegiatan pameran yang dipersiapkan seperti anyaman ate, pembuatan ingka, serobong daksina, kerajinan dodol mete dan kacang mete, pembuatan klatkat, belajar nabuh gamelan gong, belajar menari Bali, membuat saab tutup banten, pembuatan kotak souvenir daun lontar, pembuatan aksesoris lukisan dan kap lampu dari buah Bila yang difinishing di pengepul daerah seni Gianyar.

Ketua Rumah Pintar, Ni Nengah Sari, S.Pd, M.Ag, menambahkan, kegiatan rumah pintar berlangsung semenjak pagi hari dengan aktivitas murid – murid TK, disusul kegiatan belajar kejar paket baik A, B maupu C, kegiatan mengayam, belajar kriya komputer, kriya panggung setiap sore hari.

Sumber dana kegiatan rumah pintar dibantu pemeritah pusat, sedangkan dari daerah ada di leading sektor ditangani Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD). Sedagkan pameran hasil produksi seputar desa Muntigunung yang dipersiapkan meliputi hasil bidang pertanian dalam arti luas, kerajinan maupun ketrampilan.

Kegiatan Kejar Paket A, B dan C adalah merupakan anak-anak dari kalangan kurang mampu dan gelandangan pengemis (gepeng) dngan mengutamakan menyasar anak-anak miskin putus sekolah. Sejumlah instansi yang terlibat secara terpadu antara lain Disprindag, Disdikpora, Diskominfo, Dinas Sosial, Kantor Arsip Daerah dan Perpustakaan (KPAD), Disbudpar, Bagian Kesra dengan difasilitasi PKK Kab. Karangasem.

Rumah pintar yang lebih dikhususkan bagi anak-anak kurang mampu di Muntigunung ini sumber dananya dari pemerintah pusat yang seluruhya mencapai sekitar Rp 500 juta. (der)

Kantor KPU Bali

DPT Perbaikan di Bali Menyusut Jadi 2.941.157 Orang

Kantor KPU Baliinilahbali.com, Denpasar: Setelah dilakukan perbaikan melalui verfikasi faktual ulang, akhirnya DPT Pemilu 2014 di Bali menyusut lagi. Dalam plenonya, KPU Bali menetapkan DPT Pemilu 2014 di Bali menjadi 2.941.157 pemilih atau berkurang 1.028 pemilih dibandingkan yang ditetapkan pada 20 Oktober sebanyak 2.942.185 pemilih.

“Setelah dilakukan verifikasi faktual ulang, DPT Pemilu 2014 di Bali menjadi 2.941.157 pemilih atau berkurang 1.028 pemilih,” ujar Ketua KPU Bali, Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, usai rapat pleno KPU Bali, Senin (2/11).

Menurut Raka Sandi, temuan pada verifikasi faktual tersebut, memang ada yang benar-benar pemilih ganda, sehingga dihapus. Namun sebaliknya ada juga pemilih yang benar-benar ada walaupun seblumnya tanpa NIK maupun NKK.

Semua pemilih yang tercatat dalam DPT tersebut tersebar di 8.094 unit tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Bali. Pemilih terbanyak berdasarkan kabupaten/kota tercatat Buleleng yakni mencapai 532.619 pemilih yang disusul Kota Denpasar 407.552 pemilih, dan peringkat ketiga di Kabupaten Karangasem sebanyak 378.663 orang.

Perbaikan DPT ini, kata Dewa Sandi, adalah sebagai tindak lanjut atas terbitnya SE dari KPU yang ditengarai masih ada pemilih yang tercatat ganda maupun sebaliknya tercecer.

Seperti diketahui, data DPT perbaikan ini merupakan data yang ketiga kalinya yang pernah dikeluarkan KPU Bali, setelah yang pertama pada 13 Oktober muncul angka 2.943.901 pemilih, kemudian melalui pleno pada 20 Oktober berkurang menjadi 2.942.185 orang, dan terakhir bmenyusut lagi menjadi 2.941.157 pemilih. (der)