Category Archives: Kabar Bali

Usaha Warga Asing di Denpasar Disidak

Sidak WNAinilahbali.com, Denpasar: Tim gabungan yang dimotori Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) Kota Denpasar, Imigrasi, Kepolisian, Dinsosnaker, Dinas Pariwisata, Dinas Kependudukan serta Dinas Catatan Sipil dan Kecamatan Denpasar Timur melakukan razia terhadap warga negara asing (WNA) di kota Denpasar, Senin (23/9). Razia di wilayah Denpasar timur itu menyasar pada kelengkapan surat dokumen bagi WNA yang melakukan aktivitas bisnis di kota Denpasar.

Dalam sidak yang dipimpin Kabid Ketahanan Bangsa dan Masyarakat Kesbangpol Kota Denpasar, I Wayan Sudana, tim menemukan ada WNA tidak bisa menunjukkan surat kelengkapan diri dan juga menemukan usaha yang dikelolanya tanpa dilelengkapi izin usaha seuai aturan yang berlaku.

“Ini sudah menjadi agenda rutin kami untuk tertib administrasi penduduk, tidak hanya bagi warga lokal melainkan juga warga asing. Karena selain berkunjung mereka kebanyakan juga bekerja dan membangun usaha di sini (Denpasar-red), perlu mendapat perhatian dan pengawasan yang ketat,” kata Sudana.

Sudana menjelaskan timnya mengawali operasinya di tempat usaha penjualan baju Polo Ralph Lauren di kawasan Jl. Waribang Denpasar timur. Usaha tersebut dikelola seorang WNA, Chung Chan Ho. Namun WNA asal Korea yang sudah menjalani usahanya sejak 10 tahun silam itu ternyata sudah memiliki SK WNI dari pengadilan saat menikah dengan istrinya yang juga warga Korea. Hanya saja surat dokumen tentang istrinya yang belum bisa diperlihatkan.

“Tidak bisa menunjukan dokumen pernikahannya hari ini, kami minta foto kopi kelengkapan dokumen suratnya sudah ada saat kami datang nanti,” kata Sudana yang diamini Chung.

Selain masalah dokumen diri, lanjut Sudana, usaha yang dikelola hampir 10 tahun lamanya itu ternyata tidak memiliki surat izin usaha. “Masalah kelengkapan izin kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait, khususnya Dinas Perizinan,” jelasnya.

Usai sidak perusahaan baju, tim melanjutkan menuju homestay dan vila di kawasan Jl. Raya Padanggalak. Di homestay tidak ditemukan permasalahan. Tapi di vila yang berada di sebelahnya yang milik WNA asal Jerman, pengelola tak bisa menunjukkan izin usahanya termasuk dokumen diri terkait pemilik dan penghuni vila.

“Sampai sejauh ini belum ada WNA yang menyalahgunakan surat dokumen diri, baik visa maupun lainnya termasuk pelanggaran imigrasi. Namun seterusnya akan kami tetap pantau,” imbuh Putu Hendra Sudiarsa, staf pengawasan dan imigrasi. (der)

Gubernur Bali Instruksikan PU Cek Tebing Uluwatu Retak

Uluwatuinilahbali.com, Badung: Santernya pemberitaan media massa mengenai retaknya tebing pada kawasan pura Sad Kahyangan Jagat Pura Uluwatu, Kecamatan Kuta Kabupaten Badung direspon serius oleh Gubernur Bali, Made Mangku Pastika. Melalui Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta, Kamis, (19/9). Gubernur Bali menginstruksikan Kepala Dinas PU Provinsi yang baru dilantik, Astawa Riadi untuk segera turun ke lokasi dan mengecek kondisi di lapangan.

Hal ini dimaksudkan guna guna bisa mengambil langkah-langkah antisipasi terhadap keretakan tersebut. “Pura-Pura Sad Kahyangan harus segera mendapatkan perhatian serius, karena merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Bali,” ujar Wagub Sudikerta.

Sementara itu Kepala Dinas PU Bali, Astawa Riadi yang dihubungi secara terpisah mengatakan bahwa tim dari Dinas PU Provinsi Bali langsung turun setelah menerima instruksi dari Gubernur.

“Kami saat ini sudah turun ke lapangan mengumpulkan data, untuk kemudian menyiapkan kajian dan mengambil langkah-langkah penyelamatan pura selanjutnya,” kata Astawa Riadi. (ana)

Kontestan Miss World 2013 Sembahyang di Pura Besakih

Miss World di Besakihinilahbali.com, Karangasem: Salah satu rangkaian kegiatan kontestan Miss World di Bali menyongsong babak final adalah melakukan persembahyangan di Pura Besakih yang berlokasi di kaki gunung Agung Karangasem Rabu (11/9).

Para kontestan yang notabene wanita terpilih dari 130 negara itu mengenakan pakaian adat khas Bali. Berdoa kehadapan Tuhan Yang Maha Kuasa dengan sikap kedua tangan dicakupkan dengan posisi di depan kening. Usai “mebhakti” mereka pun diperciki tirtha (air suci) berikut beras “bija” di kening oleh Pemangku Pura.

Miss WorldSesuai jadual, ajang Miss World 2013 yang akhirnya diputuskan pemerintah berlangsung secara keseluruhan di Bali akan mencapai puncak final pada Sabtu (28/9) mendatang. (der)

Jembrana Programkan Bedah Rumah 204 Unit

Bedah Rumah Rp15 jutainilahbali.com, Jembrana: Pemerintah Kabupaten Jembrana tahun ini menggulirkan program bedah rumah sebanyak 204 unit. Pembangunan rumah layak huni bagi warga miskin ini akan dilakukan bertahap.

Kabag Humas dan Protokol Pemkab Jembrana, Suherman mengatakan tahap pertama akan dibangun 102 unit menggunakan anggaran induk APBD, sedang berikutnya direncanakan menggunakan anggaran perubahan juga sebanyak 102 unit rumah.

“Jadi keseluruhan bedah rumah mencapai 204 unit,” jelas Suherman, Senin (10/9). Tiap unit dianggarkan dana Rp15 juta dengan luas bangunan berukuran 3 x 4 meter, beratap asbes, dinding batako, pintu kayu terdiri dari dua kamar tidur dan teras.

Pembangunan rumah layak huni ini tersebar di lima kecamatan yaitu Melaya, Negara, Jembrana, Mendoyo dan Pekutatan. Pengerjaannya dilakukan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang ada di desa dalam jangka waktu 30 hari.

Meskipun dengan dana Rp 15 juta per unitnya (tergolong murah), pengerjaannya tetap mengutamakan kualitas bahan dan konstruksinya. Agar pengerjaannya tidak asal-asalan, Pemkab Jembrana menyerahkan kepada masyarakat dan aparat desa setempat untuk mengawasi proses pembangunannya.

Sejumlah rumah layak huni hasil dari bedah rumah KK miskin sudah mulai selesai dibangun. Salah satunya rumah Ali Martono yang tinggal di Kelurahan Banjar Tengah Kecamatan Negara. Begitu pula dengan rumah Amin (60) yang sebelumnya berupa rumah gedek berlantai tanah dan nyaris roboh, yang berlokasi di Dusun Ketapang Lampu Desa Pengambengan Kecamatan Negara kini sudah berdiri rumah permanen dengan kokohnya bahkan. Amin sendiri sudah menempati rumahnya yang baru tersebut.
Ketika ditanya, Amin mengaku sangat senang dibuatkan rumah oleh Pemerintah Jembrana. Selain itu, rumah baru juga dinikmati Airaji di Tegalbadeng Barat Kecamatan Negara.

Selain bedah rumah yang ditanggung dana APBD, juga ada bantuan dana CSR Bank Pembangunan Daerah Bali sebanyak 10 unit. Malah dari BPD Bali juga membantu 4 unit sepeda motor berikut 5 gerobak sampah. (ana)

Jeruk Keprok Tejakula Bangkit Kembali

Jeruk Tejakulainilahbali.com, Buleleng: Masih ingat kejayaan jeruk keprok khas Desa Tejakula? Jeruk yang pernah berjaya di era 1970 hingga 1980 an ini tidak hanya disuka warga lokal Bali tapi juga tingkat nasional bahkan juga menembus pasar mancanegara. Namun lantaran terserang hama CVPD (Citrus Vean Phloem Degeneration) jeruk ini pun terpuruk bahkan lenyap seperti ditelan bumi. Nah setelah beberapa dekade menghilang, belakangan muncul tanda-tanda akan munculnya kembali kejayaan jeruk keprok yang dikenal manis itu.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan wakilnya Ketut Sudikerta, seusai dilantik, serangkaian menghadiri acara simakrama di Buleleng tepatnya di desa Sanggalangit juga menyempatkan diri melakukan panen perdana jeruk keprok Tejakula di desa tersebut, Minggu (1/9). Panen perdana ini diharapkan menjadi awal kebangkitan jeruk keprok yang pernah berjaya di Tejakula.

Belakangan, jeruk keprok Tejakula mulai dikembangkan di sejumlah sentra produksi antara lain Badung, Karangasem, dan Buleleng. Khusus untuk Buleleng, pengembangan Jeruk Keprok dilakukan di dua kecamatan yaitu Busungbiu dan Gerokgak. Jeruk keprok yang panen perdana di Desa Sanggalangit merupakan bantuan 2000 benih dari Pemprov Bali pada tahun 2009. Bantuan benih ini merupakan program perluasan areal jeruk keprok di Buleleng. Pada kunkernya kali ini, Gubernur kembali menyerahkan bantuan 20 ribu benih Jeruk Keprok Tejakula untuk kawasan Busungbiu dan Gerokgak.

Setelah melakukan panen perdana, Gubernur menilai bahwa masih banyak hal yang harus disempurnakan dalam pengembangan jeruk keprok Tejakula. “Seperti yang kita lihat, kualitasnya masih perlu ditingkatkan,” imbuhnya. Gubernur menilai, jeruk yang dihasilkan masih kurang menarik dari segi tampilan, rasanya belum manis dan kurang berair. Untuk peningkatan kualitas jeruk keprok Tejakula ini, Gubernur menilai perlu dilakukan penelitian lebih lanjut oleh ahli di bidangnya. Dengan sentuhan para ahli, dia berharap jeruk yang dihasilkan lebih kuning, besar dan manis rasanya.

“Kita juga akan melakukan program pipanisasi untuk mengatasi masalah air yang mengakibatkan tekstur buah jeruk masih kurang berair,” imbuhnya. Ke depannya, Gubernur berharap pengembangan jeruk keprok ini mampu mendorong peningkatan perekonomian masyarakat setempat. Lebih daripada itu, jeruk keprok ini bisa menjadi tuan rumah di daerah sendiri dan mampu bersaing dengan buah impor.

Peluang pengembangan jeruk keprok Tejakula di Sanggalangit memang cukup menjanjikan. Hal itu diakui oleh Luh Sumastring, wanita petani yang mulai merintis kebun jeruk keprok Tejakula sejak enam tahun lalu. Dengan mengembangkan 200 benih jeruk keprok, pendapatan yang diraih sebesar Rp45 juta tiap kali panen. Pendapatan ini menurutnya jauh lebih besar dibandingkan dengan menanam padi atau palawija yang sebelumnya dia geluti. Lagipula, keterbatasan air menjadi kendala dalam pengembangan padi di wilayah tersebut. Ke depannya, dia berharap jeruk keprok Tejakula bisa kembali berjaya sehinggakesejahterasan petani terangkat.

Sesuai data statistik, populasi tanaman jeruk saat ini mencapai 5.249.853 pohon yang terdiri dari jeruk keprok dan siem. Dari total populasi tersebut, 566.721 pohon merupakan jenis jeruk keprok Tejakula yang dikembangkan di wilayah Buleleng. (ana)