Category Archives: Kabar Bali

Gubernur Bali Minta KPID Bertindak ‘Out of the Box’

inilahbali.com, DENPASAR – Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Provinsi Bali untuk berpikir dan bertindak secara out of the box. Tujuannya agar bisa mengetahui kondisi dan perkembangan informasi dunia luar.

“Tolong KPID berpikir dan bertindak out of box. Kalau tetap berada di dalam box atau kotak, maka kalian tidak akan mendapatkan informasi mengenai perkembangan dunia luar,” ujar Pastika saat menerima audiensi Ketua KPID Provinsi Bali, (20/8) di ruang kerjanya.

Kata Pastika, agar dikenal oleh masyarakat hendaknya KPID memahami dan mencapai ekspektasi masyarakat terhadap organisasi tersebut. Pastika juga menambahkan jika ingin lebih eksis, KPID harus berani membuat terobosan-terobosan baru di bidang penyiaran serta berani untuk menegur bahkan mencabut ijin stasiun TV jika memang sudah melanggar dan meracuni pikiran masyarakat.

“Seorang pemimpin itu harus berani menjadi true leader di saat krisis, disaat krisislah kita sebagai pemimpin harus maju, pemimpin memang manusia namun harus berani menjadi manusia bukan biasa”, tegasnya.

Ketua KPID Provinsi Bali, A.A Gede Rai Sahadewa, SH dalam laporannya menyampaikan program kerja KPID dan hal-hal yang telah dilakukan selama ini agar lebih dikenal oleh masyarakat seperti melakukan sosialisasi dan terobosan yakni berupa pesan layanan masyarakat yang tidak menggunakan anggaran dan di sebarkan kepada lembaga penyiaran di seluruh bali terutama radio.

Selain itu mulai tahun 2018, Indonesia juga wajib mengubah layanan TV dari analog menjadi digital, menurutnya saat ini sudah sebanyak 22 TV yang mengajukan untuk menggunakan layanan digital. Namun Sahadewa menambahkan bahwa keputusan TV digital sepenuhnya merupakan kewenangan dari KOMINFO, KPID hanya berkewajiban mengeluarkan ijin dari TV digital tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa jika menggunakan TV digital, maka frekuensi akan tidak terbatas yakni bisa sampai 45 frekuensi. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menambahkan bahwa saat ini walaupun belum semua stasiun TV yang menjalankan, namun KPID sudah mewajibkan bahwa untuk TV yang menyiarkan program di Provinsi Bali maka harus menyiarkan konten lokal minimal 10% seperti tayangan Puja Tri Sandya dan lain-lain.

Mengenai upaya KPID untuk melakukan sosialisasi, Pastika mengapresiasi namun ia menghimbau agar KPID lebih berani dan cerdas dalam menindaklanjuti tayangan yang tidak sesuai di TV agar tidak meresahkan masyarakat. (ana)

Pemprov Bali Bantu Desa Pakraman 1.480 Unit Sepeda Motor

inilahbali.com, JEMBRANA – Pemprov Bali telah menganggarkan bantuan hibah sepeda motor sebanyak 1.480 unit kepada seluruh Desa Pakraman (Adat) di Bali pada tahun anggaran 2014 ini. Total nilainya Rp 23.680.000.000 dengan harga per unitnya Rp15.474.000.

“Penyerahan bantuan hibah sepeda motor kepada Desa Pakraman ini dilakukan bergiliran kesembilan kabupaten/kota di Bali mulai 15 hingga 29 Agustus,” ujar Kepala Biro Aset Setda Provinsi Bali, I Ketut Adiarsa dalamlaporannya pada acara penyerahan secara simbolis 64 sepeda motor kepada Desa Pakraman di Kabupaten Jembrana oleh Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta, Senin (18/8).

Sepeda motor ini nantinya menjadi aset dari Desa Pakraman sehingga ia berharap Desa Pakraman bisa memanfaatkan sepeda motor dengan baik sesuai kebutuhannya.

Wagub Ketut Sudikerta mengatakan, bantuan hibah sepeda motor ini sebagai bentuk perhatian serta komitmen Provinsi Bali untuk melestarikan lembaga adat, agama dan budaya menuju Bali Mandara (maju, aman, damai dan sejahtera).

Sebelumnya, penyerahan bantuan sepeda motor dilakukan kepada Desa Pakraman di Pemkot Denpasar.

Selain bantuan sepeda motor, Desa Pakraman juga dibantu dana hibah yang mulai tahun 2015 ditingkatkan menjadi Rp200 juta per desa. Dana ini meningkat yang sebelumnya Rp100 juta/desa. (ana)

Separuh Lebih Karya Tulis Pejabat Eselon III Pemprov Bali ‘Kandas’

inilahbali.com, DENPASAR – Gubernur Made Mangku Pastika seperti tak pernah habis ide membuat terobosan dalam upaya menajamkan aplikasi program-program unggulan ‘Bali Mandaranya’ (Mandara = maju, aman, damai dan sejahtera).

Terobosan teranyar yang dilakukan adalah giliran mengadakan lomba karya tulis tentang Bali Mandara yang pesertanya adalah pejabat eselon III di jajaran Pemprov Bali. Lomba ini bertujuan agar para pejabat mampu lebih mendalami visi dan misi program Bali Mandara.

“Dengan adanya lomba karya tulis ini, maka pemahaman para pejabat khususnya pejabat eselon 3 menjadi lebih dalam, karena dulu hanya mendengar tetapi sekarang harus turun langsung ke lapangan untuk mengadakan penelitian,” tandasnya usai acara pemaparan karya tulis, Senin (11/8).

Dari pemaparan itu, untuk sementara ada enam karya yang masuk nominasi terbaik, dan selanjutnya akan ‘diperas’ lagi hingga diperoleh tiga karya tulis terbaik untuk mendapatkan hadiah.

Menurut Pastika, meskipun karya tulis ini belum begitu sempurna, tetapi dinilai memiliki manfaat yang begitu signifikan dimana para pajabat yang sebelumnya tidak terlibat secara langsung dalam penanganan masalah kemiskinan, sekarang menjadi tahu dan mampu memberikan solusi bagi persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Para pejabat eselon III diharapkan bisa menjadi inovator-inovator untuk perbaikian-perbaikan program ke depan dan eselon di bawahnya hanya sebagi pelaksana,” ujarnya.

Para eselon III juga diharapkan bisa berpikir sistemastis dalam melihat permasalahan dan menjabarkan visi dan misi ke dalam teknis pelaksanaan program sehingga sasaran dan tujuan dari program itu bisa cepat tercapai. Penelitian yang dilakukan juga harus mampu mencari dampak dari pelaksanan program terhadap pengentasan kemisikinan di daerah-daerah di mana program itu dilaksnakan.

Separuh Lebih Kandas’

Lomba karya tulis yang dilaksanakan dalam rangka rangka HUT Pemprov Bali ke-56 tahun 2014 ini melibatkan peserta seluruh pejabat eselon III di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali yang berjumlah 242 orang. Dari semua peserta yang mengirimkan karya tulisnya hanya 101 peserta yang memenuhi persyaratan administrasi, atau separuh lebih ‘kandas’ tak penuhi syarat administrasi.

Setelah dinilai oleh tim penilai yang terdiri dari staf ahli bidang pemerintahan, staf ahli bidang ekonomi dan keuangan, staf alih bidang pembangunan, kelompok kerja Gubernur percepatan program Bali Mandara yang terdiri dari Ir. Inyoman Silanawa, MH, Drs A.A Ngurah Agus Sujaya, Ir. A.A Gede Alit Sastrawan dan dr Pande Srijoni, M.Kes serta beberapa Kepala SKPD terkait, dari 101 karya yang dinilai, hanya 19 karya tulis yang mendapat kesempatan untuk dipaparkan di depan tim penilai.

Dari enam karya tulis yang berhak dipaparkan di hadapan Gubernur Bali antara lain dr. I Nyoman Sukartha, M.Kes, Wakil Direktur Pelayanan Pada RS Jiwa Prov. Bali dengan judul ”Penyusunan Strategi Pengentasan Kemiskinan berdasarkan Analisa SWOT dan Tri Hita Karana di Desa Ringdikit, Seririt Singaraja”.

Sementara karya tulis dari Drs I Wayan Sumarjaya, M.Si, Kepala Bagian Pemanfaatan dan Penggunaan Aset pada Biro aset Setda Prov. Bali dengan judul “Upaya-upaya Pemantapan Program Pengentasan Kemiskinan Terpadu Bali Mandara di Desa Petemon Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng”.

Dari enam karya tersebut akan diseleksi lagi untuk mendapatkan tiga terbaik sebagai pemenang dan akan diumumkan pada peringatan HUT ke-56 Pemprov Bali, 14 Agustus 2014. (ana)

11 Siswa SMA Bali Mandara Tamat 2 Tahun

inilahbali.com, BULELENG – Dalam memasuki usianya yang ke 4 tahun, SMA Bali Mandara di Buleleng telah mampu menunjukkan kehebatannya. Sekolah unggulan milik Pemprov Bali ini terbukti sukses mencetak siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu yakni 11 siswa mampu menamatkan studinya hanya dalam 2 tahun.

“Hingga memasuki usia ke-4 tahun, kami sudah berhasil mencetak sebelas siswa yang lulus dalam waktu dua tahun,” ujar Kepala SMA Bali Mandara, Drs Nyoman Darta, Sabtu (8/8).

Dari ke-11siswa tersebut, satu di antaranya pada angkatan pertama yang berhasil tamat dalam dua tahun,yakni atas nama Made Gita Narendra Kumara. Untuk jenjang pendidikan di perguruan tinggi, siswa ini pun berhasil menembus persaingan ketat di Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Setelah sukses di sini (SAM Bali Mandara), dia juga berhasil lolos seleksi di ITB,” ujar Nyoman Darta bangga.

Sedangkan 10 siswa lainnya lulus dalam waktu 2 tahun pada 2014 ini. Mereka juga diterima di sejumlah perguruan tinggi ternama di Jawa, seperti Universitas Indonesia, Fakultas Kedokteran Udayana, ITB, ITS, STAN, dan Poltek.

Kelulusan siswa yang lebih ini dimungkinkan karena sekolah ini menerapkan sistem kredit. “Kalau siswanya pintar sangat memungkinkan lulus lebih cepat,tapi sebaliknya memungkinkan juga siswa tamatnya lebih lama kalau bodoh. Tapi sampai ini belum ada siswa yang tamat lebih dari tiga tahun,” papar Darta.

Seperti diketahui, SMA Bali Mandara ini memprioritaskan siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Saat ini komposisi asl siswa dari 80 siswa yang diterima tahun ini, masing-masing dari kabupaten Buleleng sebanyak 28 siswa, Karangasem 12 siswa, Tabanan 11 siswa, Gianyar 9 siswa, Jembrana 10 siswa, Klungkung 5 siswa, Badung 1 siswa, Bangli 5 siswa dan Denpasar 4 siswa. Sedangkan total siswa secara keseluruhan sebanyak 225 orang.

Setiap penerimaan siswa baru dilakukan inagurasi atau pengukuhan yang tujuannya untuk memupuk rasa percaya diri para siswa dalam mempersiapkan diri mejadi siswa SMA Bali Mandara.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada acara inagurasi berpesan kepada para siswa untuk melupakan keluarga sejenak untuk mengikuti pendidikan di SMA unggulan ini agar memiliki kemampuan yang bisa nantinya mengangkat harkat keluarga.

“Kalau mau jadi pemimpin, kalian harus memiliki kelebihan. Seorang leader harus memiliki extraordinary ability. Tanpa memiliki kelebihan, kalianhanya sebagai follower,” pungkasnya. (ana)

Satpol PP Denpasar “Eksekusi” Ratusan Lapak dan Rombong

inilahbali.com,DENPASAR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali menindak tegas ratusan lapak dan rombong Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini dipakai berjualan di atas trotoar dan telajakan toko.

Operasi penertiban yang dipimpin Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP Kota Denpasar Ketut Gede Gunawan ini diawali dengan menyisir kawasan sepanjang Jalan Gatot Subroto. Di tempat ini ratusan lapak dan rombong PKL di atas trotoar dan telajakan toko langsung diambil tindakan tegas diangkut ke atas truk.

Saat penertiban tersebut lapak dan rombong pedagang ini dibersihkan dan diangkut dengan tiga truk Satpol PP serta dibantu dari armada DKP Kota Denpasar.

Keberadaan ratusan rombong PKL ini dinilai sangat menggangu yang ditambah lagi dengan bangunan yang tidak permanen sehingga membuat wajah kota kumuh dan merusak keindahan kota.

“Kami melakukan tindakan tegas kepada para PKL yang membandel berjualan di atas trotoar dan telajakan toko, yang sangat merusak keindahan dan kebersihan wajah Kota Denpasar,” ujar Ketut Gede Gunawan seijin Kasat Pol PP IB. Alit Wiradana di sela-sela penertiban lapak dan rombong PKL, Kamis (31/7).

Ia juga mengatakan para pedagang PKL ini telah melanggar Perda No. 3 Tahun 2000 tentang Kebersihan dan Ketertiban Umum, yang ditambah dengan para PKL ini menggelar lapak dagangannya di atas trotoar yang sangat mengganggu para pejalan kaki. Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Denpasar untuk selalu menjaga kebersihan Kota Denpasar terlebih dengan telah diraihnya Tropi Adipura saat ini, sehingga budaya hidup bersih dapat terus ditingkatkan.

“Kami sudah berulang kali memberi peringatan kepada PKL supaya tidak berjualan menggunakan telajakan toko, trotoar dan di atas aliran sungai. Namun apa yang dilakukan tidak mendapat respons dari PKL dan justru mereka membangun warung-warung kumuh tanpa memperhatikan estetika Kota Denpasar,” kata Gunawan.

Apalagi, barang dagangan seperti stiker, kulit sadel motor, dan kacamata yang dijual dipajang di dinding tembok, membuat lingkungan kumuh dan jorok yang dapat merusak wajah Kota Denpasar sebagai kota budaya.

“PKL yang kami tertibkan tidak lagi ada pembinaan, melainkan langsung menyita barang-barang dan tempat jualan mereka,” ucapnya. Disamping itu pihaknya akan terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan aparat lingkungan dan desa setempat untuk terlibat langsung dalam pengawasan PKL, sehingga dapat mewujudkan Denpasar bebas pelanggaran dari PKL.

Salah satu warga masyarakat Denpasar, Gde Baktiyasa yang kebetulan melintas di Jalan Gatot Subroto mendukung langkah tegas yang diambil Pemkot Denpasar untuk membersihkan jalan-jalan protokol dari serbuan PKL.

“Pemkot harus berani menindak tegas PKL yang berjualan sembarangan. Kalo pelanggaran ini dibiarkan tentu akan semakin banyak PKL dan warung-warung kumuh bertebaran. Sudah saatnya pemerintah mengambil tidakan tegas,” sarannya. (ana)