Tag Archives: bali

E-voting Jembrana

Pemilihan Perbekel E-Voting di Jembrana Dipantau Pengamat Luar Negeri

E-voting Jembranainilahbali.com, Jembrana: Setelah sukses penyelenggaraan pemilihan perbekel (pilkel) dengan sistem e-voting di Mendoyo Dangin Tukad Kabupaten Jembrana, Bali beberapa bulan lalu, kini kembali dilangsungkan di Desa Yehembang Kauh Kecamatan Mendoyo Jembrana, Selasa (29/10). Istimewanya, Pilkel kali kedua sistem e-voting di Bumi Mekepung ini dipantau pengamat demokrasi dari luar negeri.

Mereka adalah Peter Garside selaku General Manager Innovating Democracy Asia Facific asal Spanyol, dan pengamat demokrasi asal Malaysia Allan Tan, serta staf Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jakarta.

Di sela-sela pemantauannya, Allan Tan mengaku, kedatangannya ke Jembrana karena teratik melihat pelaksanaan demokrasi yang menggunakan sistim e-voting.

“Saya sengaja datang dari Kualalumpur ke Jembrana hanya untuk melihat secara langsung proses demokrasi pemilihan perbekel yang merupakan satu-satunya pemilihan yang menggunakan cara e-voting. Metode pemilihan dengan cara ini sungguh menjadi ketertarikan bagi saya untuk datang ke Jembrana, “ aku Allan.

Selain ketertarikan terhadap pelaksanaan sistem demokrasi Pilkel yang menggunakan e-voting, Allan yang juga Direktur Regional Innovating Democracy Asia Pasific yang berkantor di Kualalumpur, Malaysia mengatakan, Kabupaten Jembrana bisa disebut sebagai kabupaten pencetus sejarah untuk pelaksanaan sistem penyelenggaraan demokrasi yang menggunakan teknologi.

“Ini sebagai sejarah baru salam penyelenggaraan sistem demokrasi di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Allan, banyak keunggulan yang dimiliki oleh sistem ini. Selain keakuratan data pemilih, kecepatan dan ketepatannya bisa lebih terjamin. Ini disebabkan saat pemilih berada di bilik suara mereka cukup menyetorkan surat panggilan kepada panitia dan saat berada di bilik suara pemilih cukup mencolek salah satu pilihannya, “ ujarnya.

Sementara itu General Manager Innovating Democracy Asia Fasific, Peter Garside, demokrasi dengan e-voting dinilai lebih sederhana dan tranpasaran. Selain itu Peter juga mengungkapkan pemilihan pemimpin sebuah daerah dengan mengimplementasikan teknologi seperti e-voting ini langkahnya sangat sederhana dibanding dengan cara mencoblos.

“Langkahnya sangat sederhana, efisien dan mudah dimengerti, “ ujar Peter.

Hasil dari Pilkel sistem e- voting tersebut, mncul nomor urut 2 yakni, I Ketut Mustika meraih suara terbanyak perolehan 1.304 suara yang disusul nomor urut 3 yakni Dewa Gede Taman Bawa diperingkat 2 dengan raihan 627 suara. Sedangkan di posisi 3 dan 4 masing-masing diraih I Nyoman Suarbawa dengan 601 suara, serta I Ketut Nember sebanyak 267 suara. (der).

Universitas Mahendradatta

Universitas Mahendradatta Kian Merambah Dunia

Universitas Mahendradattainilahbali.com, Denpasar: Universitas Mahendradatta (d/h Marhaen) Bali yang didirikan proklamator RI, Ir. Soekarno belakangan ini semakin terus mengembangkan kiprahnya di mancanegara. Setelah mendapatkan Quality Assurance (QA) Certification untuk Penjaminan Mutu dari Asean University Network ( AUN ) pada 2012, kini universitas swasta tertua di Bali ini mengukuhkan dirinya sebagai perguruan tinggi unggulan bervisi internasional.

”Hal ini dibuktikan dengan bergabungnya Unmar (Universitas Mahendradatta) sebagai anggota dari Confedeation Mundial De Ensenanza Privada (World Confederation Of Privae Education),” ujar Dr. Arya Wedakarna yang juga tercatat sebagai rektor termuda di Indonesia ini, Kamis (31/10).

Pengukuhan Unmar sebagai COMEP Member disampaikan kepada Dr.Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dalam World Education Congres X yang diadakan atas kerja sama sejumlah lembaga COMEP, FAEPLA, Confederation Of Associations Of Independant Schools Of The European Communities ( CADEICE ), Embajada De Indonesia Buenos Aires yang didukung oleh UNESCO.

Dengan pengukuhan tersebut, Dr. Arya Wedakarna menyatakan rasa optimistisnya bahwa Unmar sebagai perguruan tinggi bersejarah di Pulau Dewata ini telah mewakili wajah perguruan tinggi swasta Indonesia dalam hal keaktifan bergaul di kancah internasional.

”Sejak kita mendapatkan Quality Assurance (QA) Certification untuk Penjaminan Mutu Unmar (Universitas Mahendradatta) dari Asean University Network ( AUN ) pada 2012, maka cukup banyak lembaga internasional yang mengulurkan kerjasama mutual. Unmar telah berada di jalur yang tepat untuk menjadi leading university dalam hal kualitas dan kesetaraan dengan perguruan diluar negeri,” lontar Arya Wedakarna yang juga pernah meraih rekor MURI sebagai penyandang gelar doktor termuda di Indonesia ini.

Dengan adanya status keanggotaan internasional ini, kata Wedakarna, berarti akan lebih memudahkan mahasiswa dan alumni Unmar untuk dapat meniti karir di kawasan Eropa, Asia, Amerika Latin termasuk di Amerika Serikat.

”Nantinya saat mahasiswa S1 dan S2 Unmar diwisuda, mereka berhak akan ijazah dan sertifikat internasional ini. Hal ini akan membantu alumni Unmar untuk bekerja di dunia global,” ujar Wedakarna yang juga Sekretaris Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Bali ini.

Untuk menguatkan ke arah sana, kurikulum yang ada di fakultas – fakultas ini harus disesuaikan dengan kurikulum internasional, walau tidak harus meninggalkan jati diri dan idelogi Indonesia. Ini sangat membantu alumni Unmar terutama yang akan diwisuda tahun 2013.

Ia juga berharap agar prestasi Unmar ini dapat memberikan semangat kepada seluruh civitas akademika Unmar di seluruh Bali. Kemajuan sekaligus sebagai kado 50 Tahun Jubileum Emas Unmar 2013, berkat kerja sama yang baik antara yayasan, rektorat, fakultas, lembaga sayap dan juga unit – unit lainya.

Seperti diketahui, universitas yang dikukuhkan dalam COMEP Congress X selain Universitas Mahendradatta Bali, yakni University San Ignacio De Loyola Peru, Bilingo-China International Education, Fatih University Turkey, Gediz University Turkey dan University Of Central Arkansas, USA. (der)

Kisruh P2B

Kisruh P2B, Wagub Minta Iktikad Baik AP Ngurah Rai

Kisruh P2Binilahbali.com, Denpasar: Iktikad baik dari Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Ngurah Rai menjadi kunci penuntasan masalah Paguyuban Pedagang Bandara (P2B). Untuk itu, Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Ketut Sudikerta sangat mengharapkan iktikad baik pihak Bandara Ngurah Rai agar masalah ini tak makin berlarut-larut.

Apalagi sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang sangat jelas mengamanatkan kalau dunia usaha wajib menyediakan 20 persen space bagi UMKM.

Penegasan tersebut disampaikan Wagub Sudikerta dalam pertemuan lanjutan masalah P2B di Kantor Gubernur, Selasa (29/10). Dalam pertemuan itu menghadirkan GM Ngurah Rai, Herry Sikado, Ketua P2B Wayan Sukses, Danrem 163/Wirasatya Kolonel Inf. Anton Nugroho ,MMDS,MA, Wakapolresta Gusti Kade Hari Arsana dan Direktur Intel Polda Bali, Drs. Nyoman Sumanajaya.

Wagub Sudikerta pada prinsipnya mengharapkan agar pihak Bandara Ngurah Rai konsisten dengan kesepakatan untuk memberikan sejumlah titik tempat usaha bagi UMKM yang tergabung dalam P2B. Dia berharap, pihak Angkasa Pura jangan hanya berorientasi bisnis, namun juga punya kepedulian terhadap keberlangsungan UMKM di Bali.

Dengan win win solution, pihak pengelola bandara akan nyaman dalam melaksanakan usahanya. Wagub pun berencana bertemu dengan Dirut Angkasa Pura dan konsultannya untuk mengetahui lebih detail rencana pengembangan Bandara Ngurah Rai, termasuk titik-titik yang menjadi tempat usaha. Dia tak ingin masalah tergusurnya pedagang sebagaimana kasus P2B akan terulang lagi manakala renovasi kelak telah rampung.

“Kita ingin antisipasi kasus seperti ini,” imbuhnya.

Sementara itu, GM Bandara Ngurah Rai Herry Sikoda memyampaikan permohonan maaf atas kisruh berkepanjangan P2B. Sebagai pejabat yang baru beberapa waktu bertugas di bandara Ngurah Rai ini menegaskan komitmennya terhadap keberadaan UMKM. Menurut dia, pihak Bandara Ngurah Rai telah menyediakan 10 unit lokasi usaha untuk mengakomodir keberadaan UMKM. (ana)

Tri Hita Karana

‘Tri Hita Karana’ Antarkan Bali Jadi Referensi Event Dunia

Tri Hita Karanainilahbali.com, Denpasar: Gubernur Bali, Made Mangku Pastika memperkenalkan konsep Tri Hita Karana di hadapan para peserta seminar internasional tentang bisnis, manajemen dan lingkungan yang diselenggarakan oleh Universitas Mercu Buana Jakarta, di hotel Inna Kuta Beach, Kuta, Selasa (29/10).

Menurut Gubernur Pastika, seminar ini sejalan dengan seminar yang diselenggarakan pada saat pelaksanaan APEC Summit di Nusa Dua baru-baru ini yang bertema Sustainable Development based on Tri Hita Karana.

Tri Hita Karana adalah konsep hidup masyarakat Bali yang selalu menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungan. Konsep ini sudah diadopsi masyarakat dunia sebagai konsep pembangunan dunia.

“Tujuan pembangunan ekonomi yaitu kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat tidak akan bisa tercapai kalau hubungan ketiga unsur tersebut tidak seimbang dan tidak harmonis,” ujar Pastika yang mantan Kapolda Bali ini.

Kata Pastika, konsep ini terimplementasikan dalam segala aspek kehidupan sehari-hari di Pulau Dewata, sehingga Bali dijuluki dengan banyak nama, seperti ‘the Island of Paradise’, ‘The Island of God’, ‘The Island of Peace’ and ‘the Island of Love’.

“Situasi dan kondisi inilah yang membuat pulau Bali selalu dijadikan referensi untuk pelaksanaan event besar seperti Miss World, APEC Summit 2013, Bali Democracy Forum, Bali Culture Forum, WTO Summit dan lain-lain,” tandas Pastika.

Untuk itu, Gubernur Pastika mengharapkan dari seminar ini dapat dihasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk pembangunan ekonomi dan lingkungan Bali.

Seminar yang bertajuk “A Comprehensive Study in Asian Ekonomi” ini menghadirkan beberapa pembicara internasional seperti Prof. Dr Edwardo Marzan Jr dari Philipina, Prof. Dr. Carmen Costea dari Rumania dan Prof. Dr. Saadiah Mohamad dari Malaysia.

Kegiatan yang berlangsung hingga 30 Oktober 2013 ini terselenggara atas kerja sama beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Presiden Jakarta, Universitas Pancasila Jakarta, Universitas Pembangunan Nasional Jakarta, Unversitas Mahasaraswati, Denpasar, dan Universitas Dwijendra Denpasar.

Dalam seminar ini dibahas sebanyak 61 paper dan diikuti oleh 194 peserta yang terdiri dari para dosen, para pelaku bisnis, peneliti, mahasiswa dan lain-lain baik dari dalam negeri maupun luar negeri. (der)

Bali Bird Park Logo Baru

Bali Bird Park Luncurkan Logo Baru

Bali Bird Park Logo Baruinilahbali.com, Gianyar: Dengan semangat pembaruan, Bali Bird Park yang berlokasi di Desa Singapadu Kabupaten Gianyar Bali meluncurkan logo barunya yang berwujud burung tengah mengepak sayapnya di udara. Peluncuran ini dilakukan Managing Director Bali Bird Park, Nick Blackbeard, Selasa (29/10/2013).

“Logo baru Bali Bird Park ikonik dan berbeda yang telah diperbarui dan dimodernisasi,” ujar Nick dihadapan puluhan wartawan dan travel agent.

Bagi Nick, logo barunya ini dinilai lebih hidup dengan percikan energi baru dengan menerapkan pendekatan yang fleksibel untuk palet warna dalam berbagai gradien.

“Jadi karakteristik yang kita inginkan terkait dengan Bali Bird park adalah ramah, berorientasi keluarga, lebih dekat, hangat, terlibat, etika, bertanggung jawab dan peduli,” papar Nick.

Peluncuran logo baru dalam rangkaian HUT ke-18 PT Taman Burung Citra Bali International selaku pengelola Bali Bird Park ini, manajemen menginginkan agar hal pertama yang dipikirkan pengunjung tentang Bali Bird Park ini adalah ‘Tempat dimana burung dan orang bertemu dan semua pengalamannya (Where birds and people meet).

Sementara itu Ngakan Made Agung Dipadjaja, Director Sales & Marketing mengungkapkan bahwa sebuah logo yang kuat adalah aset kompetitif bagi perusahaan. “Ketika sebuah logo dipahami dapat berfungsi sebagai sumber inspirasi, kegembiraan, dan kepuasan pengunjung,” katanya.

Bali Bird Park

Bagi Agung, dengan menghubungkan antara orang dan burung, Bali Bird Park tidak saja menyediakan ikatan pengalaman pengunjung, tapi juga membantu mentransformasikan cara berpikir orang tentang perlindungan dan konservasi satwa khususnya burung.

Saat ini, taman burung seluas 2 hektare ini mengoleksi 1000-an burung dengan 250 spesies. Dengan kekayaan satwa burung ini mampu menyedot pengunjung rata-rata dalam keadaan normal mencapai 500 orang/hari. Sedangkan pada hari-hari libur dan hari-hari raya besar lainnya seperti Galungan bisa menembus 1.150 orang dalam satu hari. Dengan logo baru ini ditargetkan jumlah kunjungan dalam keadaan normal bisa menembus 650 hingga 680 orang/hari. (der)