inilahbali.com, Denpasar: Ratusan kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar aksi demo menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM, Jumat (31/5) di Denpasar. Aksi dimulai dari kantor sekretariat DPW PKS Bali di Renon yang dilanjutkan berjalan kaki ke simpang empat Jalan Sudirman dan Jalan Dewi Sartika Denpasar, menempuh jarak sekitar 1 km.
Menurut Ketua DPW PKS Bali, Mujiono ada sejumlah alasan menolak rencana penaikan BBM, antara lain akan meningkatkan jumlah angka kemiskinan sampai 4 juta orang lebih bahkan akan merusak prospek ekonomi yang sudah mengalami pelambatan serius. Selain itu dia juga menilai kebijakan energi yang buruk.
“Kenaikan harga BBM akan berdampak pada kenaikan harga-harga barang dan memukul daya beli rakyat,” tandas Mujiono di tengah-tengah aksi demo damai.
Menurut Mujiono, solusi agar tidak sampai terjadi penaikan harga BBM antara lain dengan lebih mengoptimalkan penerimaan pajak, penerimaan negara bukan pajak, dan juga memanfaatkan saldo anggaran lebih (SAL) secara optimal. Selain itu juga dengan penghematan belanja barang dan pegawai yang masiih banyak inefisiensi.
Aksi demo yang juga diramaikan dentuman suara musik itu berjalan tertib dan lancar yang berlangsung sekitar satu jam, dan selanjutnya membubarkan diri kembali ke sekretariat kantornya.
Menurut Mujiono, aksi demo penolakan BBM oleh PKS ini dilakukan serentak di 33 provinsi se-Indonesia atas instruksi dari DPP PKS. (ers)