Pemilihan Perbekel E-Voting di Jembrana Dipantau Pengamat Luar Negeri

Written by on November 4, 2013 in Kabar Bali - No comments

E-voting Jembranainilahbali.com, Jembrana: Setelah sukses penyelenggaraan pemilihan perbekel (pilkel) dengan sistem e-voting di Mendoyo Dangin Tukad Kabupaten Jembrana, Bali beberapa bulan lalu, kini kembali dilangsungkan di Desa Yehembang Kauh Kecamatan Mendoyo Jembrana, Selasa (29/10). Istimewanya, Pilkel kali kedua sistem e-voting di Bumi Mekepung ini dipantau pengamat demokrasi dari luar negeri.

Mereka adalah Peter Garside selaku General Manager Innovating Democracy Asia Facific asal Spanyol, dan pengamat demokrasi asal Malaysia Allan Tan, serta staf Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jakarta.

Di sela-sela pemantauannya, Allan Tan mengaku, kedatangannya ke Jembrana karena teratik melihat pelaksanaan demokrasi yang menggunakan sistim e-voting.

“Saya sengaja datang dari Kualalumpur ke Jembrana hanya untuk melihat secara langsung proses demokrasi pemilihan perbekel yang merupakan satu-satunya pemilihan yang menggunakan cara e-voting. Metode pemilihan dengan cara ini sungguh menjadi ketertarikan bagi saya untuk datang ke Jembrana, “ aku Allan.

Selain ketertarikan terhadap pelaksanaan sistem demokrasi Pilkel yang menggunakan e-voting, Allan yang juga Direktur Regional Innovating Democracy Asia Pasific yang berkantor di Kualalumpur, Malaysia mengatakan, Kabupaten Jembrana bisa disebut sebagai kabupaten pencetus sejarah untuk pelaksanaan sistem penyelenggaraan demokrasi yang menggunakan teknologi.

“Ini sebagai sejarah baru salam penyelenggaraan sistem demokrasi di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Allan, banyak keunggulan yang dimiliki oleh sistem ini. Selain keakuratan data pemilih, kecepatan dan ketepatannya bisa lebih terjamin. Ini disebabkan saat pemilih berada di bilik suara mereka cukup menyetorkan surat panggilan kepada panitia dan saat berada di bilik suara pemilih cukup mencolek salah satu pilihannya, “ ujarnya.

Sementara itu General Manager Innovating Democracy Asia Fasific, Peter Garside, demokrasi dengan e-voting dinilai lebih sederhana dan tranpasaran. Selain itu Peter juga mengungkapkan pemilihan pemimpin sebuah daerah dengan mengimplementasikan teknologi seperti e-voting ini langkahnya sangat sederhana dibanding dengan cara mencoblos.

“Langkahnya sangat sederhana, efisien dan mudah dimengerti, “ ujar Peter.

Hasil dari Pilkel sistem e- voting tersebut, mncul nomor urut 2 yakni, I Ketut Mustika meraih suara terbanyak perolehan 1.304 suara yang disusul nomor urut 3 yakni Dewa Gede Taman Bawa diperingkat 2 dengan raihan 627 suara. Sedangkan di posisi 3 dan 4 masing-masing diraih I Nyoman Suarbawa dengan 601 suara, serta I Ketut Nember sebanyak 267 suara. (der).

Leave a Comment